Selasa, 25 Maret 2014

Pengertian Seni Budaya Indonesia

Pengertian seni budaya bukan hanya suatu bentuk karya sastra yang bisa dipamerkan namun seni budaya lebih bernilai dari yang kita maksudkan di depan. Seni melambangkan keindahan yang terpancar dari setiap karya yang disajikan, seperti halnya seni tari, seni lukis, seni peran yang memberikan dampak psikologis yang bisa dirasakan.
Seni budaya Indonesia bisa dibilang sangat kaya karena keragaman budaya daerah yang menjadi ciri khas Indonesia. Seperti apa seni budaya di mata dunia? simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian Seni Budaya Menurut Ahli

Arti kata budaya ini diambil dari  bahasa Sansekerta yaitu “Buddayah”, yang kemudian dalam bentuk jamaknya adalah budi dan daya. Kata budi diartikan sebagai akal, pikiran, nalar sedangkan daya berarti usaha, upaya, Ikhtiar.
pengertian seni budayaLalu kemudian Seni asal mulanya merupakan proses yang dilakukan manusia dan oleh karena itu menjadi sinonim dari ilmu dan melalui perkembangannya, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni tidak bisa diukur dengan parameter apapun, hal tersebut hanya bisa dijelaskan pada setiap individu dengan parameter masing.masing.
             Gambar1.1 Penari Bali
 Berikut ini beberapa pengertian seni budayamenurut pada ahli dibidangnya :
Menurut, M. Thoyobi mengemukakan “Seni budaya merupakan penjelmaan rasa seni yang sudah membudaya, yang termasuk dalam aspek kebudayaan, sudah dapat dirasakan oleh orang banyak dalam rentang perjalanan s
ejarah peradaban manusia.”
Sedangkan Sartono Kartodirdjo berpendapat “Seni budaya merupakan sistem yang koheren karena seni budaya dapat menjalankan komunikasi efektif, antara lain dengan melalui satu bagian saja dapat menunjukkan keseluruhannya.”
Berbeda dengan pendapat Harry Sulastianto, “Seni budaya merupakan suatu keahlian mengekspresikan ide-ide dan pemikiran estetika, termasuk mewujudkan kemampuan serta imajinasi pandangan akan benda, suasana, atau karya yang mampu menimbulkan rasa indah sehingga menciptakan peradaban yang lebih maju.”
Lalu terakhir menurut, Ida Bagus Putu Perwita “Seni budaya merupakan penunjang sarana upacara adat.”

Jenis dan Macam Macam Seni Budaya

Macam – macam seni budaya yang dapat kita temui dari pengertian seni budaya di atas, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Seni lukis – Jenis karya seni dua demensi yang bisa berisikan apa saja, seperti pengalaman atau perasaan si pelukis tersebut. . Karya lukisan ini terlihat pada goresan, garis-garis dan pewarnaansebut pada hasil lukisan ter.
  • Seni Kriya – Bentuk karya seni terapan yang lebih menitikberatkan pada kegunaan dan nilai keindahan (estetis) yang menarik konsumen. Contoh seni kriya ini biasa disebut Hand craff dan banyak berupa hiasan dan cenderamata. Karya kriya termasuk termasuk bisa, bahkan jika banyak disukai bisa di produksi dalam jumlah banyak oleh industri dan di pasarkan.
  • Seni Patung – Termasuk ke dalam karya 3 Demensi. Karya seni petung  termasuk sebagai seni murni yang diciptakan dalam mengungkapkan ide-ide  dari seniman yang mempunyai nilai estestis tinggi.
  • Seni Dekorasi – Karya seni yang bertujuan menghias suatu ruangan agar lebih indah. contohnya, desain interior.
Sumber : http://blogging.co.id/pengertian-seni-budaya-indonesia
Tanggal : 25 Maret 2014

Sabtu, 15 Maret 2014

AGAMA

Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan.[note 1] Banyak agama memiliki narasi, simbol, dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup dan / atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta. Dari keyakinan mereka tentang kosmos dan sifat manusia, orang memperoleh moralitas, etika, hukum agama atau gaya hidup yang disukai. Menurut beberapa perkiraan, ada sekitar 4.200 agama di dunia.

Banyak agama yang mungkin telah mengorganisir perilaku, kependetaan, definisi tentang apa yang merupakan kepatuhan atau keanggotaan, tempat-tempat suci, dan kitab suci. Praktek agama juga dapat mencakup ritual, khotbah, peringatan atau pemujaan tuhan, dewa atau dewi, pengorbanan, festival, pesta, trance, inisiasi, jasa penguburan, layanan pernikahan, meditasi, doa, musik, seni, tari, masyarakat layanan atau aspek lain dari budaya manusia. Agama juga mungkin mengandung mitologi.

Kata agama kadang-kadang digunakan bergantian dengan iman, sistem kepercayaan atau kadang-kadang mengatur tugas; Namun, dalam kata-kata Émile Durkheim, agama berbeda dari keyakinan pribadi dalam bahwa itu adalah "sesuatu yang nyata sosial" Émile Durkheim juga mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya. Sebuah jajak pendapat global 2012 melaporkan bahwa 59% dari populasi dunia adalah beragama, dan 36% tidak beragama, termasuk 13% yang ateis, dengan penurunan 9 persen pada keyakinan agama dari tahun 2005. Rata-rata, wanita lebih religius daripada laki-laki. Beberapa orang mengikuti beberapa agama atau beberapa prinsip-prinsip agama pada saat yang sama, terlepas dari apakah atau tidak prinsip-prinsip agama mereka mengikuti tradisional yang memungkinkan untuk terjadi unsur sinkretisme.

Kategori
Beberapa ahli mengklasifikasikan agama baik sebagai agama universal yang mencari penerimaan di seluruh dunia dan secara aktif mencari anggota baru, atau agama etnis yang diidentifikasi dengan kelompok etnis tertentu dan tidak mencari orang baru untuk bertobat pada agamanya.Yang lain-lain menolak perbedaan, menunjukkan bahwa semua praktek agama, apa pun asal filosofis mereka, adalah etnis karena mereka berasal dari suatu budaya tertentu.

Pada abad ke-19 dan ke-20, praktek akademik perbandingan agama membagi keyakinan agama ke dalam kategori yang didefinisikan secara filosofis disebut "agama-agama dunia". Namun, beberapa sarjana baru-baru ini telah menyatakan bahwa tidak semua jenis agama yang harus dipisahkan oleh filosofi yang saling eksklusif, dan selanjutnya bahwa kegunaan menganggap praktek ke filsafat tertentu, atau bahkan menyebut praktik keagamaan tertentu, ketimbang budaya, politik, atau sosial di alam, yang terbatas.Keadaan saat studi psikologis tentang sifat religiusitas menunjukkan bahwa lebih baik untuk merujuk kepada agama sebagai sebagian besar fenomena invarian yang harus dibedakan dari norma-norma budaya ( yaitu " agama " ).

Beberapa akademisi mempelajari subjek telah membagi agama menjadi tiga kategori :

agama-agama dunia, sebuah istilah yang mengacu pada yang transkultural, agama internasional;
agama pribumi, yang mengacu pada yang lebih kecil, budaya-tertentu atau kelompok agama-negara tertentu, dan
gerakan-gerakan keagamaan baru, yang mengacu pada agama baru ini dikembangkan.
Kerjasama antar agama
Karena agama tetap diakui dalam pemikiran Barat sebagai dorongan universal, banyak praktisi agama bertujuan untuk bersatu dalam dialog antaragama, kerja sama, dan perdamaian agama. Dialog utama yang pertama adalah Parlemen Agama-agama Dunia pada 1893 Chicago World Fair, yang tetap penting bahkan saat ini baik dalam menegaskan " nilai-nilai universal " dan pengakuan keanekaragaman praktek antar budaya yang berbeda. Abad ke-20 terutama telah bermanfaat dalam penggunaan dialog antar agama sebagai cara untuk memecahkan konflik etnis, politik, atau bahkan agama, dengan rekonsiliasi Kristen-Yahudi mewakili reverse lengkap dalam sikap banyak komunitas Kristen terhadap orang Yahudi.

Inisiatif antaragama terbaru termasuk " A Common Word ", diluncurkan pada tahun 2007 dan difokuskan pada membawa para pemimpin Muslim dan Kristen bersama-sama bersatu, yang "C1 World Dialogue", yang " Common Ground " inisiatif antara Islam dan Buddhisme, dan PBB disponsori " World Interfaith Harmony Week ".

Sumber: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Agama
Tanggal: 16 Maret 2014

Senin, 10 Maret 2014

Kelompok Etnik

Kelompok etnik atau suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya, biasanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama. Identitas suku ditandai oleh pengakuan dari orang lain akan ciri khas kelompok tersebut seperti kesamaan budaya, bahasa, agama, perilaku, dan ciri-ciri biologis.

Menurut pertemuan internasional tentang tantangan-tantangan dalam mengukur dunia etnis pada tahun 1992, "Etnisitas adalah sebuah faktor fundamental dalam kehidupan manusia. Ini adalah sebuah gejala yang terkandung dalam pengalaman manusia" meskipun definisi ini seringkali mudah diubah-ubah.[3] Yang lain, seperti antropolog Fredrik Barth dan Eric Wolf, menganggap etnisitas sebagai hasil interaksi, dan bukan sifat-sifat hakiki sebuah kelompok.
Proses-proses yang melahirkan identifikasi seperti itu disebut etnogenesis. Secara keseluruhan, para anggota dari sebuah kelompok suku bangsa mengklaim kesinambungan budaya melintasi waktu, meskipun para sejarawan dan antropolog telah mendokumentasikan bahwa banyak dari nilai-nilai, praktik-praktik, dan norma-norma yang dianggap menunjukkan kesinambungan dengan masa lalu itu pada dasarnya adalah temuan yang relatif baru.
Sumber : http://id.m.wikipedia.org/wiki/Kelompok_etnik

Rabu, 05 Maret 2014

Hasil Wawancara

Pertanyaan :
1. apa itu sociology?
2. apa itu sikologi?
3. apa itu filsafat manusia?
4. tokoh sikologi yang anda tahu?
5. apa manfaat dari mengetahui ilmu-ilmu tersebut?

Jawaban :

Security,
1. hubungan social
2. kurang tahu
3. suatu ilmu yang berhubungan dengan kehidupan
4. Dr. boyke
5. ---

Mahasiswa,
1. kegiatan mempelajari kehidupan
2. kegiatan mempelajari sifat manusia
3. bagaimana suatu hubungan kehidupan manusia dan kehidupan
4. kurang tahu
5. mengetahui sifat manusia

Staff,
1. ilmu tentag sosialisasi
2. mengetahui sifat manusia
3. ---
4. ---
5. ---

Staff,
1. tidak tahu
2. ilmu tentang jiwa
3. ilmu yang mempertanyakan manusia
4. aristoteles
5. ---

Mahasiswa,
1. ilmu yang mempelajari hubungan sosial
2. ilmu tentang internal manusia dan kejiwaan
3. tidak tahu
4. Abraham maslow
5. ---

Mahasiswa,
1. suatu budaya
2. ilmu tentang perilaku
3. tidak tahu
4. ---
5. ---